Metaruang | Represifitas Aparat Mencoreng May Day di Bandung
Bergerak, mengakar, kritis.
Media Alternatif, Literasi, Sastra, Musik, Budaya, Filsafat, Politik, Bandung,
17651
post-template-default,single,single-post,postid-17651,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-theme-ver-10.1.2,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Represifitas Aparat Mencoreng May Day di Bandung

Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2019 kini diwarnai tindak penganiayaan oleh aparat terhadap jurnalis dan segenap massa aksi di Bandung. Ratusan massa aksi yang tergabung ke dalam barisan elemen GERAK (Gerakan Rakyat Anti Kapitalisme), terpaksa diangkut ke Polrestabes Bandung setelah sebelumnya dipecah barisannya oleh aparat.

Mulanya, peringatan May Day di Bandung yang bertitik temu di Gedung Sate berjalan dengan tertib. Sejumlah elemen beranjak dari Cikapayang, Dago, dan sisanya berangkat dari Monumen Perjuangan. Massa melakukan konvoy dan bergabung dengan elemen lain sepanjang Dago, Dipatiukur, dan Cikapayang. Namun menjelang tengah hari, keadaan mulai berangsur berubah tak kondusif.

Ditengarai, aparat memecah iring-iringan konvoy di jalan Dipatiukur dan membagi barisan menjadi barisan-barisan kecil. Massa yang terpisah mencoba menggapai barisan di depannya, namun tampak dihalang-halangi aparat. Keributan pun pecah di jalan Dipatikur dan Singaperbangsa. Sejumlah massa dianiaya, bahkan jurnalis dari media nasional hingga Persma pun tak luput dari kekerasan aparat.

Seorang jurnalis Tempo bahkan dipiting dan diinjak lututnya saat tengah mempertahankan kamera, yang berisi dokumentasi pemukulan elemen aksi oleh aparat. Sedang banyak kawan lain dari Persma dirampas telepon genggamnya, serta diancam macam-macam oleh aparat.

Tim paramedis aksi mencatat terdapat lusinan korban luka-luka akibat kekerasan tersebut. Ada yang mengalami lutut boyak karena diseret-seret aparat, hidung bengkok akibat bogem, bibir sobek, sesak napas, hingga lengan yang terkilir. Bahkan, salah seorang sempat mengalami bocor di bagian dahi akibat dipentung menggunakan kayu oleh aparat. Bukan hanya rotan yang dikibas-kibaskan, tampak pula selonjoran besi melayang-layang dan sempat menggebuk tubuh kawan-kawan aksi.

Kesaksian salah seorang paramedis menyebutkan, saat ia tengah menolong seorang kawan perempuannya yang dijambak aparat, ia justru yang kena geprek rotan. Tak berhenti di situ, ia digiring menepi ke tembok dan didesak-desak. Ia menolak untuk sama digiring, dan dihadiahi tendangan di bokongnya.

Ratusan massa aksi yang membuyar kemudian ditangkapi satu-per satu dan diangkut ke Polrestabes Bandung. Di sana mereka ditelanjangi dan digunduli. Dibariskan ibarat hewan ternak. Kabar terakhir menyebutkan, mereka kini tengah digiring menuju markas Brimob.

Lagi-lagi, pihak kepolisian cenderung berlebihan dalam mengamankan jalannya konvoy May Day dengan tindak-tanduknya yang tidak perlu. Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2019 di Bandung tahun ini gamblang tercoreng tindak represifitas aparat yang menebar ancaman dan melakukan penganiayaan terhadap segenap massa aksi.

 

Berikut adalah kronologi kejadian kekerasan aparat keamanan kepada peserta May Day 2019:

  • 09:00 Massa berkumpul di Cikapayang, Massa GERAK berkumpul di Monumen Juang
  • 10:00 Massa yang berkumpul di Cikapayang. Sedangkan Massa GERAK mulai bergerak
  • 11:00 Massa GERAK sampai di Depan RS Boromeus dan melakukan orasi
  • 12:00 Massa yang berangkat dari Cikapayang sampai di Monumen Juang. Massa mulai dipukuli oleh TNI, Polisi, dan beberapa anggota SPSI. Massa aksi mengalami luka ringan bahkan mengalami luka parah di antaranya luka sobek di kepala. Terjadi juga penangkapan terhadap 3 orang massa aksi.
  • 12:15 Massa mulai terpecah, sebagian menuju Jl. Singaperbangsa, sebagian menuju jalan menuju Jl. Bagusrangin, sebagian bergerak menuju Jl. Dipatiukur menuju Jl. Surapati. Di persimpangan kedua jalan Jl. Bagusrangin dan Jl. Singaperbangsa massa dikejar Polisi dan TNI yang juga melakukan kekerasan terhadap massa.
  • 12:15 Massa GERAK masih berorasi di depan RS Boromeus.
  • 12:30 Massa berbelok ke Jl. Dipatiukur. Beristirahat di depan UNPAD. Sebagian massa aksi yang mendapat tindak kekerasan Polisi, TNI dan anggota SPSI dikumpulkan di Monumen Juang. Massa aksi dipaksa membuka baju dan berjongkok oleh aparat. Mereka kemudian dibawa ke Polres Bandung.

Di Jl. Dipatiukur menuju Jl. Surapati massa dipukuli oleh polisi

  • 12:45 Massa begerak kembali dan berbelok di Jl. Teukuumar. Polisi mendorong massa aksi menggunakan mobil dan motor. Terjadi kekerasan terhadap jurnalis bernama Rezza dan Prima. Rezza yang sedang mengabadikan foto diintimidasi di injak kakinya oleh Polisi. Kamera dirampas, dan mengancam menghapus foto-fotonya. Rezza mengalami luka memar di kaki. Prima pun demikian, ia mendapat intimidasi oleh polisi yang mengancam untuk menghapus hasil dokumentasinya.

Di taman Vanatayudha massa aksi ditelanjangi dan badan serta dicoret-coret menggunakan pilok merah oleh polisi. Polisi juga membakar perangkat aksi yang dibawa massa.

  • 13:00 Massa berbelok ke Jl. Juanda. Terjadi pemukulan oleh polisi terhadap massa aksi dan jurnalis menggunakan pipa besi dan menabrakan motor. Banyak massa aksi dan jurnalis yang dipaksa berjongkok oleh polisi serta dibawa ke mobil truk polisi. Salah satunya jurnalis bernama Rezza.
  • 13:15 Massa Cikapayang bertemu dengan massa GERAK di RS Boromeus. Penangkapan dan kekerasan masih terjadi.
  • 13:18 Massa GERAK dan massa Cikapayang melebur dan terdorong oleh Polisi dan TNI ke arah simpang cikapayang hingga terpecah. Sebagian menuju Gedung Sate, sebagian ke sekitar Unisba. Penangkapan masih terjadi baik di sekitaran Gedung Sate dan sekitaran Unisba.
  • 13:45 Massa sampai di Gedung Sate dan melebur dengan massa buruh.
  • 14:15 Massa membubarkan diri. Massa yang dibawa ke kantor Polisi ditelanjangi dan dicukur habis rambutnya.
  • 14:30 sampai pukul 17:17 Polisi masih menangkapi massa aksi, bahkan hingga ke Antapani.

 

___

Penulis: Militansi

___

Dokumentasi: GERAK

 

7 Comments
  • kykas
    Posted at 13:17h, 01 May Reply

    aku Membaca.
    Long Live Brother&Sisterhood Struggle In Bandung!!

  • Widyan Wahyudin
    Posted at 13:31h, 01 May Reply

    Kok beda ya kronologisnya🤔

  • evaluasi pratama
    Posted at 14:39h, 01 May Reply

    itu yang ketangkep polisi, kabarnya bagaimana

    • long live justice
      Posted at 02:46h, 02 May Reply

      saya td sudah dibebaskan sekitar jam 3 subuh tadi,dan kawan lainya pin kabarnya tak lama dibebaskan

  • MRF
    Posted at 17:56h, 01 May Reply

    Be brave, keep the spirit n still 1312. Happy MayDay 2019

  • Maong
    Posted at 19:28h, 01 May Reply

    atur ulang stratak, Lur

  • sri kusnendang
    Posted at 22:12h, 01 May Reply

    panjang umur perlawanan! Bandeng

Post A Comment