Loader

Marissa Nadler: Strangers

 

Marissa Nadler, Strangers
Label: Sacred Bones
Rilis: 20 Mei, 2016

 

Seandainya Sundari Soekotjo mencecap masa remaja di era milenia, mungkin ia bakal memainkan folk apokaliptik macam nona Marissa Nadler ini. Sama halnya dengan membayangkan aransemen terbarukan Nadler dalam Strangers disusupi petikan ukulele dan cello di berbagai lini. Sebab, jujur saya akui, beberapa di antaranya memang berhasil, seperti pada nomor “All the Colors of the Dark”, yang sedikit funk itu. Sedangkan sisa keseluruhan nomor, nyatalah mereka memang berada di luar kodrat keroncong dan mahzab nu-folk.

Dua tahun sudah selepas July (2014) dilansir, kini kesebelas nomor dalam album Strangers terdengar lebih membius dari kantung album sebelumnya. Kali pertama pendengar sudah diajak mengawang, bablas menuju awan gelap. Lewat denting piano yang ditimpali suara memelas Nadler, “Divers of the Dust” secara melodis berhasil menginisiasi album Strangers. Dari nomor wahid itulah saya rasakan perbedaan lumayan kentara antara album July (2014) dan Strangers. Panorama suara yang dibangun tak lagi didominasi oleh petikan gitar khas Nadler, sebagaimana kita temukan pada “Dead City Emily” atau “Firecracker”, yang hanya menawarkan akustik single-layer dalam album July.

Pada album ketujuh, dan kedua di bawah naungan Sacred Bones records, rupanya Nadler ditemani beragam unit dari mulai synth, gitar elektrik, bahkan drones. Kesatuan tersebut membuat nuansa Strangers lebih gelap, bahkan cenderung gothic. Suara Nadler yang berlapis-lapis dikawalnya dengan megah, sekaligus tak kalah murung ibarat awan mendung abadi yang menaungi suatu kota.

Lanskap temaram ini berlanjut pada “Katie I Know”. Dimulai dengan petikan minor akustik gitar, kemudian ketukan drum masuk barisan, sembari mengawal Nadler melagukan lirik-lirik puitisnya dengan gagah: “People leaving faster than they come. In my life I remember none.” Di tengah-tengah, kita akan bertemu synth pengusung aura serupa Sun O)), yang dilanjut lirihnya vokal Nadler, “So many fairweather friends; problem is when the weather ends.”

Jika July berisikan hal-hal personal yang menjadikannya katalis, tampaknya dalam Strangers Nadler lebih memilih menjadi pendongeng. Tentu saja kisah yang didongengkan adalah kisah-kisah yang primal, yang membutuhkan lampu redup atau bahkan gelap-gulita sama sekali guna menangkap atmosfer Nadler. Di sana kita dapat bertemu Katie, Janie, dan Diane dalam satu babak. “Janie in Love” misalnya, yang tak terduga melahirkan crescendo ingar-bingar oleh distorsi yang sama kotor dan sedikit abrasif. Sementara pada “Shadow Show Diane”, Nadler piawai mengamati, bahkan mengintip dalam caranya yang paling voyeristik lewat sebuah jendela, “I want to be someone sane, somebody else.”

Dikarenakan komposisinya yang cenderung gothic, Strangers malah mampu menyerupai semacam spektral berlapis, yang lampau namun masih mencekal ambang sadar. Yang sulit dienyahkan, sehingga semakin besar upaya kita untuk membuatnya tiada, semakin besar pula kita bergeser koordinat dari titik semula kita sebagai “kita”.

Begitulah: yang dilakukan seseorang setelah beranjak dari masa lalu, adalah menjadi orang asing. Kita sama-sama menjadi asing, dan terasingkan. Sebagaimana dalam nomor “Nothing Feels the Same” yang terdengar anggun, dan dibangun oleh vokal multi-layer bersahut-sahutan. Padu-padan latar vokal itu berhasil membuat soul delivery luwes dan mewah, meski lirik yang dilanggamkan terkesan perih, “I remember you; I recall the times. How we passed the winters, watching as the snow climbed, lying on the ground, where our town used to be; some strange particle, floats by my periphery.”

Yang paling menarik perhatian saya adalah “All the Colors of the Dark”. Selain bercorak dreamy bahkan ethereal, nomor dengan tempo funk ini pun rupanya menghasilkan pertanyaan sukar. Warna apa sajakah yang terhimpun dalam gelap? Sundari Soekotjo sudah jelas tak bisa menjawabnya. Mari kita putar saja album ini tanpa jeda, di dalam kamar yang gelap, lalu simak suara biduan dari pelantam. Masukilah alamnya, dan temukan jawabannya, tanpa perlu menjadi orang asing selain diri kita sendiri, mudah-mudahan.

 

No Comments

Post A Comment