Loader

Robert Crumb

Dari sekian banyak kartunis dunia di abad 20, mungkin hanya Robert Dennis Crumb atau Robert Crumb yang diberi gelar sebagai “father of underground comics”, walapun ia tak terlalu dikenal di kalangan kartunis kontemporer.

Karya-karya R. Crumb cenderung sangat unik: ia memiliki gaya yang khas, dengan nada-nada satire, melalui penggambaran yang sangat kuat pada streotipe minoritas dan seksualitas perempuan. Karakter Fritz The Cat, Mr. Natural, dan Devil Girl membuatnya sangat terkenal.

Crumb adalah keturunan dari seorang penulis dan illustrator perang Amerika Serikat yaitu Charles V. Crumb. Sedangkan ibunya, Beatrice adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki masalah psikologis. R. Crumb sendiri cenderung sangat pasif, sewaktu kecilnya ia sangat dekat dengan kakaknya Charles yang memiliki ketertarikan pada komik dan Waltz Disney.

Sementara ia sendiri mulai tertarik dengan dunia seni rupa dan juga seni musik, ketika ia memasuki usia 15 tahun. Ia mulai mengumpulkan segala catatan tentang musik blues dan jazz dari tahun 1920-1940’an seperti, W.C Handy, Lonnie Johnson, Mudy Waters, Jimi Hendrix, dan Eric Clapton.

Pada tahun 1962, R. Crumb pindah ke Cleveland: sebuah kota di Negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Di kota itu Crumb bekerja pada American Greetings Corporation. Pertama kali ia bekerja hanya sebagai pemisah warna, sebelum ia dipromosikan ke posisi illustrator.

Di saat itu juga ia bertemu dengan sekelompok bohemian muda seperti Bunzy Linhart, Liz Johnston, dan Harvey Pekar. Di tahun 1964 Crumb menikah dengan Danna Morgan—salah satu teman Johnston—dan di tahun itu pula ia menjadi pecandu obat-obatan LCD, yang berdampak sangat dramatis pada karyanya. Namun tak bertahan lama.

Syahdan, R. Crumb mengundurkan diri dari perusahaan yang mempekerjakannya itu. Ia tak pernah puas atas apa yang ia kerjakan. Mungkin karena ia termasuk seseorang yang prefeksionis. Setelah itu Crumb pindah ke New York, dan di sana ia mulai mempublikasikan karya-karyanya. Ia mulai menjual karyanya keperusahaan komik.

Sampai akhirnya Crumb bertemu dengan seorang kartunis Harvey Krutzman dan tertarik pada seluruh karya Crumb—yang waktu itu karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh kartunis sebelumnya, Walt Kelly. Kemudian Krutzman menerbitkan karya-karyanya di majalah yang ia kelola sendiri, Humor Magazine.

Dan di tahun 1968, Crumb membuat sebuah gebrakan yang akhirnya membuatnya terkenal. Ia menerbitkan Zap Comix, yang sukses di kalangan komik bawah tanah (undergorund). Karakter Fritz The Cat dan Mr. Natural menjadi ikon counter culture di era tersebut. Namun, kepopuleran Crumb di kalangan komik underground, hanya bertahan sangat singkat. Mungkin, karena pada saat itu, komik tak terlalu penting; hanya sebagai alat untuk rileksasi dari kejenuhan rutinitas para pemuda underground. Tak mampu mewakili ekspresi pemberontakan para pemuda tersebut—mungkin hanya dengan musiklah ekspresi tersebut dapat direpresentasikan.

Hingga akhirnya ia mendirikan Weirdo Magazine dan merubah gaya atau tema dalam karekter kartunnya setelah bertemu dengan penulis besar Charles Bukowski. Pertemuan itu berlangsung panjang. Hingga menghasilkan sebuah kesepakatan; mereka berdua sepakat menggabungkan sastra dengan kartun, dengan tipikal mereka masing-masing. Crumb membuat komik biografi atau autobirografi, Bukowski menjadi tokoh utama dalam komik tersebut.

Kepopuleran Crumb kembali hadir bersama Weirdo Magazine-nya. Ia yang waktu itu mulai tertarik dengan sastra, mulai menggambarkan biografi para penulis besar seperti Kafka dan Sartre. Sampai akhirnya, Crumb banyak memperoleh penghargaan komik dari Amerika Splendor.

Tak lama kemudian Crumb membuat suatu gebrakan anyar bersama bandnya yang ia bangun, R. Crumb and his Cheap Suit Serenaders. Ia melakukan revolusi musik pada cover album: ia membuat cover album seperti komik. Suatu gebrakan yang membuatnya semakin populer, namun tak banyak dikenal oleh kartunis kontemporer.

Tags:
No Comments

Post A Comment